Jambore Pecinta Alam
BULAN AGUSTUS ada agenda besar di gunung Bromo. Bulan di mana akan diadakan sebuah kegiatan jambore nasional bagi para pecinta alam. Tempat berkumpulnya para pendaki dan pecinta alam se-Indonesia. Dengan hanya bermodalkan niat, tekad, semangat, dan nekad dengan dana yang pas-pasan kami berencana untuk datang ke sana.
Semua perbekalan yang diperlukan sudah masuk dalam tas. Tak lupa kubawa bendera merah putih. Bendera yang menjadi kebanggaan dalam diriku. Tak seperti orang-orang hebat yang mampu mengharumkan sang merah putih lewat prestasinya, aku hanya mampu berbangga hati bisa membawanya ke atas puncak gunung. Akhirnya kami pun berangkat menuju ke sana.
Aku dan kedua sahabatku berangkat dengan ikut naik truk pak Tarjo sebentar. Seorang sopir truk tetanggaku yang biasa mengirim barang ke antar kota. Dalam perjalanan selanjutnya ke Surabaya, kami gonta-ganti menumpang kendaraan. Beruntung, hampir setiap truk dan kendaraan lain yang kami tumpangi, mereka mengijinkannya. Mereka seperti mengerti dengan keadaan kami. Bahkan ada salah satu sopir yang mengajak untuk mampir ke rumahnya sejenak untuk mengisi perut. Sopir yang baik hati itu bernama pak Karyo. Kebaikannya menjadi satu tambahan pengalaman lagi untuk aku kenang seumur hidup. Aku terdiam. Aku berpikir ternyata selama dalam perjalanan aku selalu mendapat pertolongan dari orang lain terus. Aku selalu mendapat kebaikan dari orang lain terus. Aku merasa belum mampu untuk membantu orang lain lewat kemampuanku sendiri. Menyedihkan. Kusadari diriku sangat jauh sekali dibanding dengan orang lain. Apalagi jika dibandingkan dengan pak Karyo yang baiknya luar biasa.
Setelah beberapa kali berganti kendaraan gratis lagi, akhirnya sampai juga di dekat gunung Bromo. Namun untuk sampai ke lokasi masih jauh. Dan untuk kesekian kalinya kami beruntung. Di saat berjalan, kami bertemu dengan rombongan pecinta alam lain yang juga akan menuju ke tujuan yang sama. Kami pun diajak ikut dalam rombongan mereka, bersama menggunakan jeep agar lebih cepat.
Sungguh keberuntungan terus menerus yang selalu kami dapatkan dalam perjalanan. Ada beberapa pertanyaan yang selalu menemani saat perjalananku. Kenapa aku selalu mendapatkan keberuntungan dengan semua yang berhubungan tentang alam? Apakah semua ini karena bantuan alam itu sendiri? Memang sedari dulu aku meyakini, bila bersahabat dengan alam, maka alam juga akan bersahabat dengan kita. Terlebih lagi ongkos yang dikeluarkan dari Jogja sampai ke Bromo jauh lebih sedikit dari yang direncanakan. Aku tersenyum. Akhirnya kuambil kesimpulan, intinya adalah tak terlalu bergantung dengan materi yang berupa uang.
Saat mendekati lokasi, udara semakin dingin kurasakan menembus kulit. Bahkan sampai terasa ke tulang ini. Hembusan nafasku sampai terlihat saat keluar dari hidung. Setibanya di lautan pasir di lokasi untuk jambore, aku dan kedua temanku berhenti sejenak. Duduk di hamparan pasir berbisik, sambil menikmati sejenak dinginnya hawa di gunung.
“Subhanallah, luar biasa kebesaranmu Tuhan.”
Kuucapkan kata-kata itu untuk menggambarkan penglihatan mataku. Rasa bersyukurku tentang keindahan ciptaan-Nya yang ada di dunia ini. Tentang hamparan samudra pasir nan luas yang berada di gunung Bromo.
Kemudian kami melangkah menemui panitia Jambore. Oleh panitia, kami diberi arahan dan rencana selanjutnya karena besok pagi akan diadakan upacara bendera tujuh belasan yang diikuti oleh semua para pecinta alam yang telah hadir. Tak jauh dari tempatku berdiri, kulihat ada juga mobil stasiun tv yang akan meliput. Aku merasa sangatlah rugi bila kemarin tak setuju dengan rencana Ardi. Aku baru menyadarinya saat sudah berkumpul dan bertemu para pecinta alam se-Indonesia. Bahkan wisatawan dari negara lain juga ikut hadir dalam jambore esok hari.
Menjelang malam aku dan kedua temanku memutuskan naik ke atas, menaiki tangga untuk menjemput indahnya matahari terbit esok hari. Kami bermalam dan berada di pinggir kawah yang luar biasa besarnya menunggu pagi tiba. Sejenak kulihat dasar kawah masih gelap. Asap putihnya terus muncul dan membumbung tinggi. Meski kecil kepulan asapnya yang keluar, semakin menambah indahnya suasana malam. Saat aku tengadah, langit nampak cerah. Banyak bintang bertaburan seperti berlian yang tersebar. Angin dingin yang terus menusuk tubuh, dapat ditepis oleh rasa gembira dari canda dan tawa dari kedua sahabatku. saat Ardi memetik gitar dan menyanyikan sebuah lagu. Hingga aku merasa semua beban hidupku seperti terlupa sudah. Terasa seperti langsung hilang begitu saja. Aku pun merasa seperti hanya ada kami dan alam. Sungguh besar ciptaan Tuhan. Sungguh indah sekali ciptaan-Nya. Dan sungguh kecil sekali aku dibandingkan dengan alam ini.
Terasa hangat dan nikmat saat seteguk wedang jahe melewati tenggorakanku. Saat kugenggam gelasnya, panasnya terasa cepat pudar. Sungguh nikmat sekali meminum segelas air jahe. Teman yang pas saat di puncak gunung. Tak lupa bungkus sampahnya kumasukkan kembali ke dalam tas. Perlahan petikan gitar Ardi menambah syahdunya malam.
Aku kembali memandangi langit luas ciptaan Tuhan yang maha besar. Sesekali terlihat meteor jatuh dan terbakar di angkasa. Dan wajah Sinta terlintas di pikiranku. Aku tersenyum. “Oh Sinta, sayang keindahan saat ini tak bersamamu,” ucapku lirih.
Aku membayangkan alangkah indah jika ada Sinta. Namun sayang, aku belum pernah mengajaknya. Jangankan untuk mengajaknya camping atau naik gunung, pergi berdua saja harus sembunyi-sembunyi. Dan bila teringat dirinya, aku pasti kepikiran tentang kerja, harapan dan masa depan. Dan itu membuatku pusing. Aku terdiam.
“Eh Rangga, kok diam?” ucap Ardi mengagetkanku dalam diamku. “Melamun lagi?”
“Oh iya.” Aku tersenyum. “Aku teringat Sinta. Coba aku dan dirinya bisa seperti ini, di sini. Pasti semua ini akan tambah indah ya? Tapi...” Aku menghela nafas. Aku tak meneruskan kata-kataku.
“Ya sudah jelas itu. Tapi apa, Ngga?”
“Tapi bila aku ingat dia. Aku akan ingat dengan harapan, kerja, masa depan. Padahal Aku belum dapet kerja. Aku rasa kalian juga sama. Benar nggak?” Rasa sedih langsung menyerangku.
“Memang benar, Ngga. Itulah yang namanya hidup. Aku juga kadang pusing dengan urusan yang namanya kerja itu. Mana susah banget dapet kerja lagi.”
“Berbeda dengan di sini, ya?”
“Iya. Berbeda jauh di sini. Kita di sini bisa melupakan sejenak hal itu. Dengan memandang keindahan ciptaan Tuhan ini. Dan kita bisa tahu dan sadar. Bahwa kita ini kecil sekali bila dibandingkan dengan semua ini. Makanya aku selalu mau aja, bila kamu ajak naik gunung, Ngga,” tambahnya.
“Iya fren. Aku juga senang kita bisa punya hobi yang sama ini. Aku juga kalau ketemu urusan kerja, kepalaku jadi pusing. Apalagi aku juga sudah nanya sama nyari ke mana-mana. Semua jawaban yang kudapat, ‘nggak ada lowongan’. Sebenarnya ini negara apa ya? Katanya negara kita ini kaya raya, subur makmur, tapi kok dapet kerja aja susah,” ucap Agus.
“Terus rencana ke depan kalian apa?” ucapku dengan penuh penasaran.
“Ah, nggak tahu, Ngga. Aku masih bingung. Kalau kamu sendiri apa?”
“Em sepertinya aku merantau aja ke Jakarta, Di. Kalau aku masih nganggur juga setelah pengumuman seleksi CPNS. Sebenarnya aku juga nggak yakin dengan hasil testku kemarin,” ucapku ragu.
“Ah sudah, nggak usah dibahas yang itu. Kita lagi di atas gunung ini. Lihat! Bentar lagi matahari akan kelihatan. Kita nikmati keindahannya dulu, oke?” sahut Agus.
“Wah bener, Gus. Ini gara-gara si Rangga Gading nih, yang ngobrolnya jadi serius.”
Aku tersenyum. “Iya ya, Maaf. Kita nggak usah bahaslah yang itu, biar di rumah aja nanti. Ah kamu bener Gus, ngapain juga kita di sini bahas yang seperti itu ya.”
“Nah, baru nyadar kan? Sekarang nggak pas tempatnya.”
Aku kembali diam. Aku sadar telah merusak keindahan suasana di atas gunung dengan masalahku. Aku berusaha melupakan sejenak masalahku dengan memandangi langit dan menanti sang mentari hadir.
Saat menjelang pagi, kami menghadap ke arah timur. Perlahan semburat warna merah terlihat. Seperti mengintip kami bertiga. Dari kecil kemudian menyebar menjadi lebih besar warna terangnya. Aku berdiri dan terus menatap peristiwa itu. Peristiwa nan indah di atas gunung Bromo. Laksana menanti datangnya sang putri yang baru terbangun dari tidurnya. Meski sudah sering kali kumelihat terbitnya matahari tapi tetap saja aku tak bosan. Dan sang matahari pun terlihat begitu mengagumkan saat berada di atas awan putih yang menghampar. Jepretan kamera pun silih berganti mengabadikan moment indahnya. Baik dari para wisatawan maupun kameraku. Aku dan kedua temanku bergantian mengambil gambar dengan berlatar belakang kawah gunung Bromo nan exotic.
Saat pagi tiba dan terangnya menghampiri, terlihat jelas besar dan luasnya kawah di bawah kami. Kepulan asap gunung yang keluar dari dasar kawah benar-benar semakin menambah indah, walau ternyata saat kusadari ternyata dalam sekali jarak ke dasarnya.
Puas menikmati moment indah, kami harus turun kembali. Kami harus kembali ke tenda masing-masing sambil menunggu upacara nanti. Semua tampak beriringan rapih turun ke bawah. Berjalan bersama menuruni anak tangga yang entah ada berapa jumlahnya. Aku tak menghitungnya.
Sekitar jam sembilan, semua berkumpul di lautan pasir berbisik. Berbaris rapi membentuk barisan upacara bendera. Semua menghadap ke tiang bendera yang ada di depan peserta. Khidmat dan tegap saat menghormat bendera. Aku berdiri di depan kedua temanku berbaris. Tepuk riuh pun terdengar dari semua yang hadir setelah prosesi upacara pengibaran bendera bersama selesai. Dan ditutup dengan berkumpul serta foto bersama. Aku bangga luar biasa. Satu hari yang tak mungkin mudah untuk aku lupakan. Sungguh aku jadikan satu hari yang bersejarah bagiku. Sukses Jambore Nasional. [ ]

Buat pengguna android, nih ada app buat nyari DOLLAR online secara mudah tanpa modal dan legal modal HP aja , lumayan bisa ditukerin sama STEAM gift card, gem coc , Google Play gift card, paypal, facebook giftcard, Xbox,PlaystationStore, Amazon dan ItunesGiftCard
BalasHapus1. Download aplikasi Whaff Rewards di playstore
2. Setelah ke intsall buka appnya
3. Seteah di buka klik tombol login, login ajaa pake akun facebook kalian
4. Abis itu ada kotak invitation code
5. Masukan kode AW53526
6. Setelah masukan kode diatas kalian bakal Dapet $0.3, lumayan kaan, kalian tinggal ngumpulin deh sampe 10$
7. Cara ngumpulinnya gampang, tinggal invite orang lain atau download aplikasi yang ada di app tersebut
8. Setiap download aplikasi kalian akan mendapat hadiah sebagai reward, hadiahnya bisa $0.17, $0.22 sampe $0.66
9. Setiap hari kalian pun akan mendapat reward bila setelah di download aplikasi tersebut tidak di uninstall lagi lumayan kaan setiap hari Uang kalian bertambah hehehe
10. Setelah terkumpul $10 baru deh kalian bisa tukerin ke voucher google play,
11. Terus kalian juga bisa tukerin sama Google Play gift card, steam gift card , paypal, facebook giftcard, Xbox,PlaystationStore, Amazon dan ItunesGiftCard
Jangan lupa share trik ini ya :)
Great to see that someone still understand how to create an awesome blog.
BalasHapusThe blog is genuinely impressive in all aspects.
I like this blog.
judi poker online yang aman dan terpercaya